Chapter, Family, Romance

My Cutie Namja #5

Untitled-1

Title :    My Cutie Namja Chapter V

Author : BoraYoung

Genre :  Romance, Family

Rating :  G

Length : Chaptered

Main Cast :

  • Choi Sooyoung
  • Choi Siwon

Other Cast :

  • Choi Jinri a.k.a Sulli ( Siwon Dongsaeng )
  • Choi Minho ( Sooyoung Oppa  )
  • Choi Soo Hae ( Sooyoung Omma )
  • Choi Young Jae ( Sooyoung Appa )
  • Choi Sintae Jang ( Siwon Omma )
  • Choi Wong Sii ( Siwon Appa )
  • Yoon Bora
  • Find it by your self 😀

Annyeong..

Kembali lagi sama author dan ff ini..

Sesuai janji author, author publish next part malam ini

Ga nyangka kalo responnya bakal positif, terharu loh baca comentnya

Gomawo saran-sarannya

Author akan lebih berusaha lagi biar readers puas bacanya

Happy reading..

Saat mereka melewati sebuah restoran jepang, Choi Young Jae mengajak keluarganya untuk makan malam bersama. Kebetulan mereka semua sedang lapar. Saat berjalan menuju meja mereka, ada seorang pria paruh baya yang berteriak ke arah Choi Young Jae.

“Kau!” teriak mereka bersamaan.

———————————–Part V———————————-

Author Pov

Kedua keluarga itu begitu terkejut, begitu mendengar teriakan dari kedua lelaki paruh baya itu.

“Lama tak jumpa Choi Young Jae.”

“Ne, lama tak jumpa Choi Wong Sii.” Kedua lelaki paruh baya itu saling berpelukan. Menghilangkan ketegangan yang sudah mereka buat.

“Duduklah bersama kami, kita ngobrol-ngobrol dulu lah.” Bujuk lelaki yang bernama Choi Wong Sii itu.

“Ah, apakah tidak akan merepotkan. Nanti mengganggu acara makan malam kalian.”

“Tidak, ayo duduk. Silahkan.”

“Gomawo.”

Author Pov End

Choi Sooyoung Pov

“Ini Choi Sintae Jang istriku, dan ini Choi Jinri putri bungsu ku. Dan putra sulungku dia sedang ke toilet.” Pria yang bernama Choi Wong Sii itu mengenalkan keluarganya kepada keluarga ku.

“Ini Choi Soo Hae istriku, ini Choi Minho putra sulungku dan Choi Sooyoung putri bungsuku.” Aku membungkuk hormat ketika nama ku disebutkan oleh appa.

“Loh hyung, kenapa hyung ada disini?” tiba-tiba saja ada suara serak beserta seorang pangeran tampan datang menghampiri kami.

“Ah, aku hanya sedang makan malam bersama keluargaku. Kau sedang apa disini?” Minho oppa bangkit dari duduknya dan membalas pelukkan pria itu. Omo.. dia itu tampan sekali.

“Ini putra sulungku, bernama Choi Siwon.” Dia membungkuk dan memberikan senyuman termanisnya. Kalau saja pelayan tidak datang, mungkin aku akan tetap bertingkah bodoh memandangi dirinya terus.

Para orang tua sibuk dengan obrolannya. Minho oppa dan Choi Siwon itu juga sibuk dengan dunia mereka. Aku mencoba membuat topik pembicaraan bersama Choi Jinri. Dia menyuruhku memanggilnya Sulli. Anak itu sungguh manis dan cantik. Aku tidak tahu kalau dia adalah adik kelas ku dulu di Seoul Junior High School. Tahun depan dia akan masuk sekolah yang sama lagi dengan ku, dan akan jadi adik kelas ku lagi. Ah senangnya mempunyai yeodongsaeng. Apakah Minho oppa senang mempunyai yeodongsaeng seperti ku ya? Hahaha.

Mengapa malam ini terasa begitu cepat. Ah aku belum ingin pulang omma.. aku masih ingin melihat wajah tampan Siwon Oppa. Ah ya sudahlah, aku juga sudah lelah. Begitu sampai dirumah aku langsung ganti piama, cuci tangan cuci kaki cuci muka dan sikat gigi, lalu tidur nyenyak.

———————————–Part V———————————-

“Pagi omma, appa, oppa.” Aku menghampiri mereka dan menciumi pipi mereka, baru aku duduk di bangku ku. Aku melahap sarapan ku tanpa sisa. Ah roti isi ini sangat enak, aku harus mencobanya lagi.

“Youngie, ini untuk mu.” Omma menyerahkan beberapa kotak untukku. Kotak pertama berisi handphone keluaran terbaru, kotak kedua berisi dompet yang didalamnya sudah terdapat banyak uang dan credit card, dan kotak ketiga berisi kunci?

“Omma, ini kunci apa?”

“Itu kunci mobil mu sayang. Di dalam dompet mu itu sudah omma isikan uang, kalau kurang, kamu bisa ambil uang di atm dengan golden card itu. Kalau yang berwarna biru itu, kartu kredit. Jadi kamu tidak perlu mengeluarkan uang, nanti tagihannya dikirim ke omma.”

“Tapi omma, uang ini sudah banyak sekali. Dan sepertinya aku tidak membutuhkan kartu-kartu ini. Lagi pula aku tidak bisa membawa mobil, jadi lebih baik aku naik bus saja.” Omma dan appa malah tertawa mendengar penuturan ku. Memangnya ada yang lucu apa? Aku hanya mempoutkan bibirku. Bete.

“Appa sudah siapkan supir untuk mu sayang.. dan pegang kartu itu untuk berjaga-jaga. Kau boleh bersenang-senang dengan kartu-kartu itu. Tapi ingat, jangan digunakan untuk hal-hal yang negative. Arra?”

“Ne appa. Aku berangkat ya, daah appa, omma, oppa.” Aku berlari kecil setelah menciumi orang-orang tersayang ku. Dan di depan pintu sudah terdapat mobil mewah yang siap mengantarku ke sekolah.

“Annyeong haseyo, boleh saya minta kuncinya nona?”

“Ah ne. Jangan panggil aku begitu, panggil aku youngie saja. Mulai sekarang kita berteman arra?”

“Ah mianhamnida, tidak bisa begitu nona. Bagaimanapun nona adalah tuan saya, dan saya adalah supir nona.”

“Tapi mulai sekarang kan kau yang akan menemaniku kemana pun aku pergi. Eotteokhae?”

“Ne youngie~ah.”

“Kajja, aku tak mau terlambat masuk sekolah hari pertama ku.” Ah senangnya omma dan appa mencarikan ku seorang supir perempuan. Aku jadi lebih tenang jika supir ku seorang perempuan. Dia akan menjadi eonni ku mulai sekarang.

Begitu aku turun dari mobil, semua menatap ku. Ada yang salahkah dengan ku? Ah baru ku sadari jika mobil ku ini adalah mobil keluaran terbaru dan limitied edition tentunya. Omma dan appa memberikan semua yang tidak mereka berikan kepadaku dulu. Aku berlagak cuek, tapi bisa ku sadari jika Yoona and the genk melihatku bingung. Mana mungkin bisa yeoja miskin seperti ku turun dari mobil semewah itu. Sayup-sayup ku dengar suara memanggilku. Dan ternyata adalah Bora, ah aku tidak sabar ingin menceritakan semuanya. Kami berjalan beriringan menuju mading kelas X, untuk melihat nama ku dan Bora, ah ternyata kita sekelas lagi di kelas X-A. Setelah itu kami berjalan menuju kantin sambil menceritakan pengalaman ku kemarin.

“Jeongmal? Chukkhae.. aku senang sekali mendengarnya. Ah aku harus main ke rumah mu, aku ingin lihat koleksi walk in closet mu youngie, dan kau harus kerumah ku melihat milikku.”

“Ne, pasti bora~sii.” Aku memeluknya, bahagia sekali memiliki sahabat seperti dia. Aku mengedarkan pandangan ku kesekeliling kantin, dan Bruk..

“Ah, mianhamnida mianhamnida, aku tidak sengaja.” Aku membungkuk minta maaf, ah gawat sekali kalau aku mendapatkan masalah dihari pertama sekolah ku. Dan saat aku menatap wajahnya ternyata.. Omo! Itu dia!!!

“Kau..” Suara berat itu menyadarkan lamunanku. Dia, dia namja tampan itu? Kini berdiri didepan ku. Apakah dia sunbei ku? Aigooo senang sekali rasanya, aku bisa sering sering melihatnya.

“Kau Choi Sooyoung kan?”

“Ah ne sunbei-nim.” Kini aku tertunduk, takut dia akan marah pada ku.

“Ah jangan panggil aku begitu youngi~ah, panggil aku oppa. Arraso?”

“Ne oppa.”

“Aku tidak menyangka kau akan jadi adik kelas ku. Kau masuk kelas berapa youngie?” ia tersenyum dan menepuk-nepuk halus kepalaku. Ah aku tidak bisa membayangkan betapa merahnya muka ku saat ini.

“Aku ada di kelas X-A oppa.”

“Waah, ternyata kau pintar youngie. Seperti Minho hyung juga rupanya. Ah siapa ini, teman mu kah youngie?”

“Ah ne sunbae-nim. Yoon Bora imnida. Youngie~ah, aku harus ketoilet dulu ne. Nanti kita bertemu dikelas. Annyeong.” Aih bora.. mengapa kau tinggalkan aku disaat-saat seperti ini. Aku malu sekali kalau harus berduaan dengannya. Ada apa dengan ku, kenapa jantung ku berdebar tidak karuan. Aaah tidak! Kriiiiiiing, syukurlah bel tanda masuk menyelamatkan ku dari rasa malu ini.

“Oppa, aku harus kembali ke kelas dulu. Annyeong.”

“Ne.”

Choi Sooyoung Pov End

Choi Siwon Pov

Aku melihat yeoja itu berlari kecil menuju kelasnya. Aku tertawa melihatnya merutuki dirinya sendiri. Hari ini adalah hari pertama masa orientasi. Ah aku akan meminta untuk ditempatkan di kelas X-A pada Park Jungsoo. Ia pasti akan membantu ku. Apakah boleh aku jatuh cinta padanya? Ya, aku jatuh cinta sejak pertama melihatnya. Melihat cara tertawanya dan logat khas nya saat berbicara dengan Sulli. Menurut kabar dari Minho hyung dia belum pernah punya namjachingu. Semoga saja aku bisa menjadi namjachingu pertama dan terakhir untuknya.

Upacara masa orientasi siswa hari pertama telah usai. Sekarang aku berjalan menuju barisan kelas X-A. Aku berhasil mendapatkannya setelah merajuk kepada Park Jungsoo. Hahaha. Aku menjadi pembimbing mereka sekarang, tersirat jelas keterkejutan di wajah cantik youngie. Aku hanya tersenyum melihatnya. Dalam satu kelas terdiri dari 30 murid. Dan satu kelas terdiri dari 3 pembimbing. Aku memilih kelompok youngie tentunya, haha.

“Baiklah, tiap-tiap kelompok harus mengikuti setiap pembimbingnya, jika perlu sesuatu harus bilang terlebih dahulu. Arraso?”

“Ne,”

“Sekarang ganti baju kalian dengan pakaian olahraga, lalu berkumpul di lapangan outdoor. Arraso?”

“Ne sunbei-nim.”

Aku, Park Jungsoo dan Lee Hyukjae sudah menunggu di lapangan. Sekarang waktunya latihan baris-berbaris. Ketika semua murid berkumpul di lapangan, Park Jungsoo meniupkan peluitnya, menyuruh mereka berbaris. Mereka pun langsung berbaris. Aku harus menelan ludah ku melihat kecantikan Choi Sooyoung. Seragam olahraga Seoul Senior High School untuk para wanitanya adalah celana pendek dan kaos lengan sebahu. Itu memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih.

“Omo~ lihat itu wonnie. Cantik sekali gadis itu.” Hyukjae angkat bicara, tapi aku tidak tahu siapa yang dia maksud.

“Nugu?”

“Itu, gadis yang berkaki jenjang putih itu, sangat cantik bukan?”

“Mwo? Ani! Dia itu milikku, arra?”

“Jinja? Dia itu yeojachingu mu wonie?”

“Belum, tapi pasti. Haha.”

“Awwww!” aku mendengar ada suara berteriak, begitu ku lihat ternyata youngie yang terjatuh. Aku panik dan khawatir, aku langsung menghampirinya.

“Gwaenchanayo?” aku berlutut dihadapannya, melihat luka di sekitar kakinya yang indah itu. Dia meringis kesakitan. Aku sungguh tidak tega melihatnya begini.

“Gwaechana oppa.” Ah, masih bisa-bisanya dia tersenyum disaat seperti ini. Aku tahu itu pasti sakit. Aku arahkan tangan kanan ku ke balik punggungnya, dan tangan kiri ku di sela dengkulnya. Aku menggendongnya menuju UKS.

“Oppa..” aku melihat semburat merah di wajahnya. Lucu sekali, dan aku mendengar riuh-riuh suara, menyoraki ku yang sedang mengendong youngie. Senang sekali rasanya bisa sedekat ini dengannya, ia hanya menyembunyikan wajahnya di dada ku. Andaikan ia bisa dengar suara detak jantung ini. Tuhan aku ingin dia mengerti bahwa aku mencintainya.

At UKS Seoul Senior High School

“Gomawo oppa, sudah menolong ku.” Dia masih terduduk di ranjang UKS. Kakinya penuh perban, ah merusak pemandangan.

“Ne youngie, sekarang istirahatlah. Sebentar lagi bel pulang. Oppa akan mengantarmu nanti.” Aku tidak bisa menyembunyikan senyuman ku, ku belai halus rambut panjangnya.

“Aku akan dijemput supir ku oppa.”

“Jeongmal? Kaki mu masih sakit tidak? Kau mau makan?”

“Ne oppa, aku lapar. Hehe” senyumannya membuat ku gila. Dia sangat.. cantik. Appa, kau harus mau menjodohkan aku dengan youngie. Hahahaha.

“Kajja, kita ke kantin.” Aku mengulurkan tangan ku, membantunya untuk bangun. Dan saat ia mencoba berdiri, keseimbangan tubuhnya belum stabil dan dia jatuh ke dalam pelukan ku. Mata kami bertemu, aku menyadari hembusan nafasku membelai halus wajahnya. Ku rapatkan pelukan antara aku dan dia, mempersempit jarak yang kami buat. Saat wajah ku tinggal beberapa centi dari wajahnya dan…

———————————–TBC———————————-

Tadaaaaaa, kali ini sudah lebih panjang kan chingu..

Author nepatin janji kan kalo malam ini next partnya di publish

Mian malam ini author Cuma bisa ngepost satu chapter aja

Berhubung besok hari senin dan.. everybody know about that

We’re hate monster day

Gomawo udah baca..

Gimana chingu, masih lanjut atau stop disini aja???

Iklan

20 tanggapan untuk “My Cutie Namja #5”

  1. Aduh…. parah baru ketemu udah mau ciuman ckckck nanti pasti ada aja yang ganggu saat saat moment romantis ini
    akhirnya oppa ku muncul juga setelah lama ku menunggu *bahasanya-__-*
    yoona pergi kau sana hus hus jangan ganggu SooWon

    keren eonni ff nya 10 jempol buat eonni ^^
    LANJUTTTTTTT YA ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s